10 Keunggulan Utama Serat Basalt
Serat Basalt: 10 Keuntungan Teratas
Serat basaladalah serat filamen kontinyu yang terbuat dari bahan alami Batu BasaltBatuan tersebut dilebur pada suhu 1450°C-1500°C, kemudian ditarik melalui bushing paduan platina-rodium dengan kecepatan tinggi. Serat basal murni biasanya berwarna cokelat. Ini adalah jenis baru serat anorganik, ramah lingkungan, dan berkinerja tinggi yang terdiri dari oksida seperti silikon dioksida, aluminium oksida, kalsium oksida, magnesium oksida, besi oksida, dan titanium dioksida. Serat basal kontinu tidak hanya memiliki kekuatan tinggi tetapi juga memiliki sifat-sifat unggul seperti insulasi listrik, ketahanan korosi, dan ketahanan suhu tinggi. Lebih lanjut, proses produksinya menghasilkan limbah dan polusi lingkungan yang minimal, dan produk yang dibuang dapat terurai secara alami tanpa kerusakan, menjadikannya material yang benar-benar hijau dan ramah lingkungan. Tiongkok telah mendaftarkan serat basal sebagai salah satu dari empat serat utama untuk pengembangan (bersama dengan serat karbon, aramid, dan polietilena dengan berat molekul ultra-tinggi) dan telah mencapai produksi industri. Serat basal kontinu sekarang banyak digunakan dalam komposit yang diperkuat serat, material gesekan, pembuatan kapal, industri otomotif, serta aplikasi suhu tinggi dan pelindung.
-
Bahan Baku yang Berlimpah
Serat basal terbuat dari batuan basal, yang ditemukan dalam jumlah signifikan di Bumi dan Bulan. Hal ini membuat biaya bahan baku relatif rendah.
-
Bahan Ramah Lingkungan
Basal Batu adalah material alami. Proses produksinya tidak melepaskan boron atau oksida logam alkali lainnya, sehingga debu dan asapnya tidak mengandung zat berbahaya dan tidak mencemari atmosfer. Produk ini juga memiliki masa pakai yang panjang, menjadikannya material ramah lingkungan baru yang berbiaya rendah, berkinerja tinggi, dan bersih.
-
Tahan Suhu Tinggi dan Air
Kontinu serat basal dapat beroperasi pada rentang suhu yang luas dari -269°C hingga 700°C (dengan titik pelunakan 960°C). Ini lebih unggul dari gserat lass (-60°C hingga 450°C) dan serat karbon (maks. 500°C). Serat basal mempertahankan 80% kekuatan aslinya setelah diproses pada suhu 600°C dan tidak menyusut pada suhu 860°C. Serat ini juga mempertahankan kekuatan tingginya setelah terpapar air panas bersuhu 70°C.
-
Stabilitas Kimia dan Ketahanan Korosi yang Sangat Baik
Serat basal mengandung komponen seperti K₂O, MgO, dan TiO₂, yang secara signifikan meningkatkan ketahanannya terhadap korosi kimia dan air. Serat ini lebih stabil secara kimia dibandingkan serat kaca, terutama dalam lingkungan basa dan asam. Serat basal menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap korosi alkali dalam larutan Ca(OH)₂ jenuh dan semen.
-
Modulus Elastisitas Tinggi dan Kekuatan Tarik
Modulus elastisitas serat basal (9100-11000 kg/mm³) lebih tinggi daripada serat kaca-E, asbes, aramid, polipropilena, dan silikon. Kekuatan tariknya (3800-4800 MPa) lebih tinggi daripada serat karbon tarik besar, aramid, serat PBI, serat baja, serat boron, dan serat alumina, serta sebanding dengan serat kaca-S. Dengan densitas 2,65-3,00 g/cm³ dan kekerasan Mohs 5-9, serat basal menawarkan ketahanan aus dan penguatan tarik yang sangat baik. Kekuatan mekanisnya jauh melampaui serat alami dan sintetis, menjadikannya material penguat yang ideal.
-
Kinerja Isolasi Suara yang Luar Biasa
Serat basal kontinu memiliki sifat penyerapan suara dan kebisingan yang sangat baik. Koefisien penyerapan suaranya meningkat secara signifikan seiring dengan frekuensi. Sebagai contoh, material penyerap suara yang terbuat dari serat basal berdiameter 1-3 μm (dengan kepadatan 15 kg/m³ dan ketebalan 30 mm) memiliki koefisien penyerapan suara 0,05-0,15 pada 100-300 Hz, 0,22-0,75 pada 400-900 Hz, dan 0,85-0,93 pada 1200-7000 Hz.
-
Sifat Dielektrik yang Menonjol
Serat basal kontinyuResistivitas volumenya satu orde magnitudo lebih tinggi daripada serat kaca E, sehingga memberikan sifat dielektrik yang sangat baik. Meskipun batuan basal mengandung hampir 0,2% oksida konduktif, perlakuan permukaan khusus dengan agen perekat dapat mengurangi tangen rugi dielektrik hingga 50% dibandingkan dengan serat kaca, dan resistivitas volumenya juga lebih tinggi.
-
Kompatibilitas Silikat Alami
Tersebar dengan baik dan melekat kuat pada semen dan beton. Koefisien ekspansi dan kontraksi termalnya konsisten, dan memiliki ketahanan cuaca yang baik.
-
Daya Serap Kelembapan Rendah
Serat basal memiliki tingkat penyerapan air di bawah 0,1%, lebih rendah dari serat aramid, wol batu, dan asbes.
-
Konduktivitas Termal Rendah
Konduktivitas termal serat basal adalah 0,031-0,038 W/m·K, yang lebih rendah daripada serat aramid, serat aluminium silikat, serat kaca E, wol batu, serat silikon, serat karbon, dan baja tahan karat.












