Leave Your Message

Sifat Mekanis Beton Serat Basalt yang Dipotong-potong

12 November 2024

PENGENALAN PRODUK

Beton, sebagai bahan bangunan yang banyak digunakan dalam teknik sipil, memiliki sifat mekanik yang baik, tetapi dengan semakin mendalamnya penerapan teknologi teknik, kekurangan sifat mekanik dasarnya secara bertahap terungkap. Karena karakteristik kekuatan tarik yang rendah, hanya sepersepuluh dari kekuatan tekan, mengakibatkan komponen pada proses penarikan rentan terhadap retak, yang secara langsung mengurangi daya tahan komponen, mempersempit ruang lingkup penerapannya. Bahan BetonUntuk meningkatkan karakteristik kinerja teknik beton dan memecahkan masalah dalam penerapan beton, para sarjana telah meningkatkan kinerja beton.bahan beton Selama bertahun-tahun dan telah mencapai hasil secara bertahap, seperti penambahan bahan tambahan, penyesuaian rasio pencampuran, peningkatan proses produksi, dan metode perawatan.

1. Bahan uji dan metode pengujian

Semen silikat biasa P.O 42.5 dipilih, dengan kekuatan tekan 28 hari sebesar 48,3 MPa dan kekuatan lentur 28 hari sebesar 8,2 MPa. Pasir sedang dengan modulus kehalusan 2,5-2,6 digunakan sebagai agregat halus, dengan kepadatan semu 1996 kg/m³. Batu pecah bergradasi kontinu 5-27 mm digunakan sebagai agregat kasar, dengan kepadatan semu 2737 kg/m³. Tingkat pengurangan air sebesar 40% digunakan. 40% asam polikarboksilat Sika, zat pereduksi air yang sangat efisien, digunakan. Panjang serat basal yang dipotong-potong Panjangnya sekitar 30 mm, diameter monofilamen sekitar 15 µm, densitasnya 2,7 g/cm³, modulus elastisitasnya 95-120 MPa, kekuatan tariknya 3300-4500 MPa, dan perpanjangan saat putus sekitar 2,5-30%.

Parameter yang relevan yang digunakan dalam pengujian ini ditunjukkan pada Tabel 1. Uji tekan dilaksanakan sesuai dengan Standar Metode Pengujian Sifat Mekanik Beton Biasa. Uji tekan menggunakan spesimen kubus 100×100×100 mm, 3 spesimen dalam setiap kelompok, pengawetan standar 28 hari.

Tabel 1Jumlah bahan yang digunakan untuk persiapan berbagai kelompok spesimen

Nomor seri

Kandungan serat

Jumlah bahan yang digunakan

Barang

V(%)

M(kg/m3)

konkret

abu batubara

pasir

batu

air

pengurang air

S0

0

0

420

60

656

1069

210

2.4

S1

0.1

2,65

420

60

656

1069

210

2.4

S1.5

0,15

3.975

420

60

656

1069

210

2.4

S2

0,2

5.3

420

60

656

1069

210

2.4

S2.5

0,25

6.625

420

60

656

1069

210

2.4

S3

0.3

7,95

420

60

656

1069

210

2.4

S3.5

0,35

9,9275

420

60

656

1069

210

2.4

2. Tadalah langkah-langkah

(1) Pertama-tama, bersihkan benda uji yang akan diuji setelah memeriksa penampilan dan mengukur ukurannya, dengan akurat. Ketidakrataan permukaan bantalan spesimen mencapai 100 mm, kesalahan tidak lebih dari 0,5 mm, dan ketidaktegaklurusan permukaan bantalan dan yang berdekatan tidak boleh lebih besar dari persyaratan derajat 1 derajat;

(2) sumbu spesimen mesin uji sejajar dengan pusat pelat penekan di bawah mesin uji. Buka mesin uji, ketika pelat penekan atas dan benda uji berdekatan, sesuaikan penyangga, sehingga gaya seragam;

(3) Proses pembebanan dijaga agar berlangsung terus menerus dan seragam, kecepatan pembebanan uji adalah 12kN/s-18kN/s; (4) Catat beban maksimum, dengan akurasi hingga 0,1MPa.

3. Hasil dan analisis tes

Seperti yang terlihat pada Tabel 2, kekuatan tekan beton 7 hari dengan peningkatan Basal Serat menunjukkan karakteristik yang tidak berubah hingga penurunan bertahap, yang terutama disebabkan oleh penambahan serat basal. Serat dan semen yang terbentuk di antarmuka menghasilkan permukaan yang lemah, dan dengan peningkatan jumlah campuran serat, jenis permukaan lemah ini terus meningkat, sehingga kekuatan tekan kubik secara alami terus menurun. Kekuatan tekan 28 hari beton dengan peningkatan dosis serat basal menunjukkan tren peningkatan terlebih dahulu kemudian penurunan, alasan peningkatan pertama ini adalah sejumlah kecil serat yang ditambahkan.serat basal berperan dalam menghubungkan hingga batas tertentu dalam mengurangi deformasi penyusutan beton itu sendiri, sementara pada saat yang sama meningkatkan permukaan lemah relatif terhadap peningkatan kekuatan 28 hari menjadi jauh lebih sedikit, yang pada keseluruhan kinerja kekuatan meningkat.

Tabel 2 Nilai uji kekuatan tekan kubus

Nomor seri

Kandungan serat

Kekuatan tekan kubik

Barang

V(%)

7 hari

28 hari

S0

0

40.7

48,9

S1

0.1

41.3

53.1

S1.5

0,15

39

51.4

S2

0,2

36.6

45,5

S2.5

0,25

29.2

43.1

S3

0.3

25.8

42,5

S3.5

0,35

31.2

42.3

4. Hasil

Dari perspektif kekuatan tekan kubik, ketika campuran serat basal pintasan mencapai sekitar 1-1,5% berdasarkan persentase volume, kekuatan tekan kubik 7d dan 28 dari pintasan serat basal beton meningkat hingga tingkat tertentu dibandingkan dengan beton tanpa tambahan serat.

Sampul.jpg