Aplikasi Komposit Serat Basalt dalam Teknik Sipil
(I) Inovasi dalam Struktur BetonDalam bidang teknik sipil, struktur beton merupakan komponen yang sangat penting. Namun, seiring perkembangan Konstruksi Di industri konstruksi, masalah limbah konstruksi semakin menonjol, dengan beton bekas menyumbang proporsi yang cukup besar. Untuk mencapai tujuan rendah karbon industri konstruksi, penggunaan beton daur ulang secara bertahap menarik perhatian. Namun demikian, beton daur ulang memiliki beberapa kekurangan dalam praktiknya, seperti kekuatan yang kurang dan daya tahan yang buruk.
Munculnya serat basal membawa harapan baru untuk memecahkan masalah ini. Karena ketahanan korosinya yang baik dan kekuatannya yang tinggi, ketika diterapkan pada struktur beton, Basal Serat dapat meningkatkan kinerja beton secara signifikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa serat basal dapat, sampai batas tertentu, mengurangi dampak negatif cacat pada beton daur ulang dan secara signifikan meningkatkan daya dukung tarik belah dan lenturnya.
(II) Pilihan Utama untuk Perkuatan Jalan dan Jembatan Dalam konstruksi dan pemeliharaan jalan dan jembatan, kinerja material berhubungan langsung dengan kualitas dan umur layanan proyek. Bahan komposit serat basalDengan keunggulan uniknya, komposit serat basal telah menjadi pilihan utama untuk perkuatan jalan dan jembatan. Material ini, dengan resin sebagai matrik dan serat basal sebagai material penguat, memiliki sifat mekanik yang sangat baik seperti ringan, kekuatan tinggi, ketahanan korosi, dan daya tahan yang kuat. Karakteristik ini memungkinkan material komposit serat basal mempertahankan kinerja yang baik saat menghadapi beban lalu lintas dan erosi lingkungan alami, sehingga secara efektif memperpanjang masa pakai jalan dan jembatan.
(III) Peningkatan Hijau untuk Konstruksi Jalan Raya Sebagai inti dari industri transportasi, pencapaian tujuan rendah karbon dan hemat energi untuk jalan raya sangatlah penting. Saat ini, teknologi daur ulang aspal telah menjadi sarana penting. Melalui daur ulang aspal bekas, tidak hanya sumber daya dapat dihemat, tetapi biaya konstruksi juga dapat dikurangi, sehingga meningkatkan manfaat ekonomi dan ekologi. Namun, campuran aspal daur ulang rentan terhadap keretakan dini dan penyakit lainnya, yang memengaruhi kinerja jalan.
Para peneliti menemukan bahwa kinerja campuran aspal daur ulang dioptimalkan secara signifikan ketika serat basal Temuan ini tidak hanya meningkatkan rasio pencampuran aspal daur ulang, tetapi juga memungkinkan campuran tersebut berkinerja sangat baik dalam ketahanan retak suhu rendah dan stabilitas suhu tinggi, sehingga meningkatkan kinerja jalan secara keseluruhan secara signifikan. Lebih lanjut, untuk mengatasi masalah teknologi daur ulang campuran panas yang menghasilkan sejumlah besar gas beracun, konsumsi energi, dan polusi lingkungan selama proses pencampuran, para peneliti telah menggunakan teknologi daur ulang campuran hangat untuk menyiapkan campuran aspal serat basal, mencapai hasil yang baik dan mengidentifikasi kisaran penurunan suhu yang optimal, sehingga memberikan solusi baru untuk pembangunan hijau konstruksi jalan raya.
(IV) Solusi Baru untuk Pemurnian Knalpot Mobil Asap kendaraan bermotor selalu menjadi tantangan dekarbonisasi yang dihadapi industri transportasi. Meskipun kemunculan kendaraan hibrida dan energi baru telah memberikan sedikit pencerahan untuk mengatasi masalah ini, masalah polusi asap kendaraan bermotor tetaplah serius. Dalam konteks ini, beberapa peneliti telah mengusulkan penggunaan serat basal untuk memurnikan asap kendaraan bermotor. Karena luas permukaan spesifiknya yang besar dan ketahanan panasnya yang baik, serat basal dapat digunakan sebagai pembawa, dan katalis dapat dimasukkan ke dalam pori-pori serat basal melalui teknologi pencampuran tiga dimensi pneumatik, yang meningkatkan waktu pemuatan katalis dan waktu reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mencapai efisiensi pemurnian lebih dari 98% untuk karbon monoksida dan karbon dioksida, menunjukkan efek pemurnian yang signifikan dan menyediakan cara baru untuk mengurangi polusi lingkungan dan bahaya bagi manusia akibat emisi kendaraan bermotor.












