Kinerja dan konstruksi geogrid serat basal
Sifat-sifat Geogrid Serat Basal
(1)Kekuatan Putus yang TinggiKekuatan putus serat basal geogrid baik pada arah lusi (longitudinal) maupun pakan (transversal) lebih tinggi daripada geogrid serat kaca pada kerapatan linier yang sama.
(2)Perpanjangan RendahPerpanjangan putus geogrid serat basal pada arah lungsin dan pakan adalah ≤3%.
(3)Kondisi fisik yang sangat baik dan Kimia StabilitasSerat basal sendiri menunjukkan ketahanan yang kuat terhadap asam, alkali, dan korosi. Geogrid dapat menahan erosi kimia, abrasi fisik, perubahan iklim, dan degradasi biologis tanpa kehilangan kinerja.
(4)Ketahanan terhadap PergeseranSerat basal, sebagai material penguat, tidak mengalami deformasi permanen (creep). Kemampuannya untuk menahan deformasi di bawah beban jangka panjang memastikan kinerja yang terjaga dalam jangka panjang.
(5)Ketahanan Suhu TinggiSetelah dipanaskan pada suhu 170°C selama 1 jam, kekuatan putus tarik yang tersisa pada arah lusi dan pakan tetap ≥90%.
(6)Ketahanan Suhu RendahSetelah dibekukan pada suhu -40°C selama 1 jam, kekuatan putus tarik yang tersisa pada arah lusi dan pakan tetap ≥80%.
(7)Pengikatan dan Pembatasan AgregatStruktur grid dua dimensi geogrid saling mengunci secara mekanis dan membatasi pergerakan agregat campuran aspal. Di bawah beban, ini meningkatkan kapasitas menahan beban, memperbaiki pemadatan, mengoptimalkan transfer beban, dan mengurangi deformasi.
Keunggulan Geogrid Serat Basalt pada Perkerasan Aspal
Geogrid serat basal berlapis aspal memperpanjang umur kelelahan struktur perkerasan jalan, mengurangi biaya, dan mengoptimalkan anggaran teknik. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya untuk menghambat perambatan retak, meningkatkan ketahanan terhadap kegagalan geser transversal, dan menghilangkan energi retak secara efektif. Dengan meningkatnya volume lalu lintas dan beban kendaraan, perkerasan jalan menghadapi kerusakan parah, terutama akibat kendaraan berukuran besar. Retak reflektif pada lapisan aspal di perkerasan jalan lama tetap menjadi masalah kritis. Meskipun retak reflektif itu sendiri tidak langsung mengganggu fungsi perkerasan jalan, faktor lingkungan (misalnya, debu, kelembapan, oksidasi) mempercepat perluasan retak, memperpendek umur lapisan aspal. Geogrid serat basal mengurangi hal ini dengan mendistribusikan kembali tegangan, meningkatkan kekuatan tarik, menunda retak reflektif, dan memperpanjang umur layanan perkerasan jalan.
Metode Konstruksi untuk Geogrid Serat Basalt pada Perkerasan Aspal
(1)Pemilihan PengikatGunakan aspal emulsi yang cepat mengeras atau aspal cair yang cepat/sedang mengeras untuk lapisan perekat.
(2)Persyaratan InstalasiPastikan permukaan dasar rata, padat, dan bersih. Bentangkan geogrid dengan rapi tanpa tumpang tindih, melengkung, atau terpelintir. Tumpang tindih geogrid yang bersebelahan sejauh 0,3 m secara melintang, hubungkan setiap 1,5 m dengan kawat baja No. 8. Amankan geogrid ke tanah dengan paku berbentuk U yang berjarak 1,3–2 m.
(3)Persiapan PermukaanHilangkan kontaminan (misalnya, debu, minyak, kelembapan) untuk meningkatkan daya rekat. Oleskan lapisan perekat aspal emulsi secukupnya setelah pengeringan sempurna. Arahkan lapisan pendukung yang larut dalam air ke bawah selama pemasangan.
(4)Spesifikasi Tumpang TindihTumpang tindih memanjang harus ≥20 cm, dan tumpang tindih melintang ≥15 cm. Letakkan geogrid sebelumnya di atas geogrid berikutnya searah dengan pengaspalan. Hindari memaku langsung ke geogrid atau memukulnya dengan palu. Pasang kembali paku atau pelat yang longgar. Setelah pemasangan, padatkan geogrid secara perlahan dengan roller beroda karet untuk memastikan daya rekat.
(5)Pemadatan Tepat WaktuPenggulungan langsung meminimalkan pembentukan gelombang. Kontrol kualitas yang ketat dan tenaga kerja terampil sangat penting untuk kinerja optimal.
Kesimpulan
(1) Geogrid serat basal Mengungguli geogrid konvensional dengan modulus tinggi, kekuatan tinggi, creep rendah, ketahanan terhadap retak, ketahanan terhadap penuaan/korosi, dan desain yang dapat disesuaikan, menjadikannya ideal untuk rekayasa jalan.
(2) Penggunaannya mengurangi volume konstruksi, mempercepat kemajuan, dan menurunkan biaya.
(3) Mengurangi biaya perawatan dan memperpanjang umur pakai perkerasan aspal.











